Peradangan Iris Mata Kelinci

Peradangan Iris Mata Kelinci | Penyakit Hewan. Uveitis anterior pada Kelinci merupakan suatu peradangan iris mata yang terjadi pada kelinci, Ketika uvea menjadi meradang maka kondisi ini disebut sebagai anterior uveitis (secara harfiah disebut, radang depan mata). Kejadian peradangan mata ini sering terjadi pada kelinci dari segala usia.

Gejala klinis

Gejala yang paling umum adalah perubahan penampilan pada mata yang terinfeksi. Pada pemeriksaan fisik kelinci ditemukan gejala yang lebih lanjut yaitu adanya pembengkakan iris, nodul putih atau merah muda pada iris, mata merasa tidak nyaman (seperti sangat peka dan silau terhadap cahaya), gejala lain adalah mata kelinci menjadi merah. Tanda-tanda lain yang kadang-kadang muncul dan kurang umum terjadi adalah adanya penumpukan cairan dalam kornea kelinci (edema kornea).

Penyebab

Salah satu penyebab paling umum dari peradangan iris kelinci adalah infeksi bakteri, umumnya disebabkan oleh E. cuniculi mikroorganisme. Bakteri ini bahkan dapat menginfeksi janin saat masih dalam kandungan. Penyebab lainnya adalah ulkus kornea (keratitis ulseratif), yang dapat mengakibatkan karena cedera traumatis, konjungtivitis (mata merah), atau iritasi karena lingkungan seperti debu dsbnya.

Gangguan imunosupresif (penurunan kekebalan), yang menyebabkan sistem kekebalan tubuh tidak berfungsi secara normal, merupakan faktor risiko yang dapat meningkatkan kemungkinan seekor kelinci mengembangkan kondisi ini menjadi parah akibat penyakit lain atau bahkan stres.

Uveitis anterior juga dapat disebabkan oleh infeksi jamur atau virus.

Diagnosa

Berbagai prosedur diagnostik dapat digunakan untuk mendiagnosa uveitis anterior. Termasuk pemeriksaan mata sangat dianjurkan, juga prosedur tonometry dan flourescein dapat juga dilakukan. Tonometry mengukur jumlah tekanan dalam mata. Pewarnaan Flourescein adalah prosedur di mana pewarna oranye dan biru yang digunakan untuk mendeteksi benda asing serta kerusakan pada kornea kelinci.

Prosedur diagnostik tambahan termasuk CT scan untuk mengidentifikasi penyebab seperti penyakit gigi, ultrasound bagi korban trauma, dan pengujian laboratorium untuk kehadiran bakteri E. cuniculi. Pemeriksaan lebih lanjut mungkin tergantung pada gejala tambahan dan diduga penyebab uveitis anterior tersebut.

Pengobatan

Dalam kebanyakan kasus ringan sampai sedang, kelinci bisa dirawat di rumah. Namun, beberapa kasus yang parah mungkin memerlukan perawatan di Rumah Sakit Hewan.

Obat sepertianti-inflammatory Non-steroid bisa digunakan untuk mengurangi pembengkakan dan mengurangi rasa sakit. Obat lain yang bisa digunakan adalah obat topikal secara langsung ke mata kelinci, dan serta pengunaan antibiotik untuk membunuh infeksi bakteri.

Dokter hewan dapat memonitor tekanan intra-mata pada saat itu, seperti seperti glaukoma sekunder merupakan risiko dalam kasus uveitis anterior.

Setelah dua sampai tiga minggu kelinci akan kembali dievaluasi. Selama waktu evaluasi, gejala akan dipantau, obat-obatan akan diberikan secara teratur, dan kelinci akan didorong untuk makan. Dan terlepas dari respon awal kelinci, untuk pengobatan harus terus dilakukan selama setidaknya dua bulan.

Pencegahan

Tidak ada cara yang dikenal untuk mencegah uveitis anterior. Namun, beberapa penyebab kondisi ini, seperti trauma, dapat dihindari dengan menjaga hewan peliharaan menjauh dari situasi yang berbahaya.

Konsultasi Penyakit Hewan Online


Selamat datang di Konsultasi Penyakit Hewan Online, Anda bisa mengajukan pertanyaan tentang penyakit hewan anda di sini. Untuk itu kami berharap agar Anda mengisi form isian dibawah dengan benar, lalu klik submit.
Konsultasi ini bersifat gratis, artinya tidak dipungut biaya apapun dan kami tidak mengambil keuntungan apapun dari konsultasi penyakit hewan ini.
Jawaban yang akan kami kirim ke E-Mail Anda berupa Diagnosa, Analisa Penyakit, Solusi dan Saran Pengobatan. Sehingga jika alamat e-mail anda tidak benar (salah ketik, kurang hurup, email tidak terdaftar dsb) maka jawaban tidak terkirim (failure notice), maka pastikan alamat email anda di ketik dengan benar.

Syarat dan Ketentuan :
  • Ketepatan diagnosa kami tidak 100 % benar, karena kami tidak memeriksa sendiri kondisi fisik hewan dan gejala kliniknya, serta tidak ada hasil uji laboratorium baik itu uji feses/tinja maupun uji darah, sehingga tingkat ketepatan diagnosa dibawah 100 %. 
  • Diagnosa yang kami berikan berdasarkan pendekatan gejala klinik yang terjadi pada hewan anda sesuai informasi yang Anda berikan kepada kami. Sehingga jika anda memberikan informasi yang salah maka diagnosa-nya-pun akan salah juga dan menyebabkan obatnya juga akan salah.
  • Diagnosa yang kami berikan bukan untuk di adu dengan diagnosa dokter hewan lain. 
  • Diagnosa dan Saran Pengobatan ini bersifat GRATIS, maka tidak ada kewajiban dari kami untuk langsung menjawab pertanyaan Anda. Mungkin bisa 1 atau beberapa hari kemudian jawaban kami kirim ke Anda, tergantung dari kesibukan kami di dunia nyata (mohon maaf dan harap maklum)
  • Saran pengobatan yang kami berikan tidaklah mengikat artinya boleh dilakukan, boleh juga tidak dilakukan. 
  • Kesalahan pemberian obat baik cara, aplikasi, jenis obat sehingga menyebabkan hewan mengalami cidera, luka atau bahkan bisa meninggal baik karena penyakit itu sendiri atau karena obat, bukan menjadi tanggungjawab kami. Semua itu menjadi tanggungjawab Anda sendiri. Jika anda setuju silahkan isi form dibawah, namun jika Anda tidak setuju harap jangan isi form di tersebut. 
  • Dengan mengisi form dibawah berarti anda telah menyetujui syarat dan ketentuan dari konsultasi penyakit hewan online.
Catatan Penting : 
Diagnosa dan Pengobatan akan lebih tepat jika Hewan Anda langsung diperiksa oleh Dokter Hewan di Klinik Hewan atau di tempat praktek yang mempunyai peralatan medis yang lengkap beserta hasil uji lab.


Cara Mengobati Kembung Pada Kelinci

Kembung pada kelinci terjadi karena adanya gas didalam lambung dan usus yang tidak dapat keluar. Kembung ini juga disebut dengan bloat. Adanya kembung pada kelinci dapat menyebabkan kematian pada kelinci jika tidak segera diobati. Kejadian kembung pada kelinci hampir sama dengan masuk angin pada manusia, namun penyebab utama dari kembung pada kelinci lebih banyak disebabkan karena mengkonsumsi rumput atau hijauan yang terlalu muda dan basah.
Kelinci Kembung
kelinci kembung
Penyebab lain dari kembung pada kelinci adalah adanya sumbatan pada lambung atau usus kelinci sehingga gas tidak bisa keluar. Sumbatan ini bisa berasal dari benda-benda asing yang ikut masuk kedalam usus atau lambung. Kembung juga bisa disebabkan karena adanya pengaruh sembelit pada kelinci. Sedangkan sembelit pada kelinci disebabkan karena kurangnya serat pada pakan kelinci.
Gejala yang muncul pada kelinci yang mengalami sembelit adalah perut kelinci agak membesar, perut berisi angin, kelinci tidak mau makan, kelinci mengalami lemas, tidak agresif, lesu terkadang disertai demam.
Untuk mencegah terjadinya kembung pada kelinci, maka sebaiknya pakan kelinci harus dilayukan terlebih dahulu. Berilah makanan yang mengandung serat tinggi. Seperti bayam, wortel dan kangkung, namun perlu diperhatikan bahwa saat ini kita harus hati-hati dalam memilih sayuran kangkung atau bayam untuk makanan kelinci, karena tanaman tersebut biasanya di obati dengan pestisida untuk menghindari hama pada kangkung atau bayam. Sehingga jika tidak kita cuci terlebih dahulu, bisa menyebabkan penyakit pada kelinci, terutama kerusakan organ hati dan ginjal kelinci. Atau jika mau aman dalam memilih kangkung atau bayam, maka pilihlah daun kangkung/bayam yang diserang ulat. Itu menandakan bahwa bayam/kangkung bebas dari pestisida.
Sedangkan Obat yang paling efektif dan manjur untuk mengobati kembung pada kelinci adalah obat yang mengandung dimeticon. Contoh merk dagang obat kembung itu adalah Antibloat. Sebenarnya obat ini biasa digunakan untuk sapi, kambing atau domba yang kembung, namun ternyata obat antibloat itu manjur juga untuk pengobatan kembung pada kelinci.
Cara mengobati kembung pada kelinci dengan mengunakan obat antibloat adalah sebagai berikut :
  1. Ambilah spuit / syringe 5 atau 10 ml (tanpa jarum) dan masukan obat antibloat sebanyak 5 cc.
  2. Masukan obat antibloat kedalam mulut kelinci secara perlahan-lahan sebanyak 5 cc.
  3. Angkatlah kelinci dengan mulut menghadap keatas, buka mulutnya dan jika perlu di ganjal dengan kayu, paralon atau bambu yang kecil. Agar mulut selalu terbuka. 
  4. Biarkan posisi kelinci seperti itu selama 30-45 menit.
  5. Ulangi lagi setelah 6 jam kemudian sampai angin dalam perut keluar.
  6. Jika kembung disertai infeksi pencernaan maka pemberian antibiotik sangat dianjurkan.
Demikian cara mengobati kembung pada kelinci dengan pemberian obat dimeticone / antibloat, semoga dapat bermanfaat.

Jenis Penyakit Yang Sering Terjadi Pada Kelinci

Jenis Penyakit Yang Sering Terjadi Pada Kelinci

Ada beberapa penyakit pada kelinci yang penting dan harus kita ketahui agar usaha kita dalam beternak kelinci tidak terkendala dengan adanya penyakit tersebut, diantaranya yaitu :

Penyakit Bisul pada kelinci, ini disebabkan oleh bakteri yang menginfeksi bagian bawah kulit  sehingga terjadi edema / pengumpulan nanah pada kelinci. Untuk mengobati bisul pada kelinci tersebut maka yang harus dilakukan adalah mengeluarkan nanah dan darah kotor dengan pembedahan kulit, lalu irigasilah/ bersihkanlah dengan alkohol 70 % dan kemudian di beri Iodium Tinctur. Setelah itu semprotlah dengan mengunakan antibiotik spray seperti Limoxin-25 Spray untuk membunuh bakteri pada kulit kelinci tersebut.  

Penyakit Kudis /Kurap pada Kelinci, penyakit ini disebabkan oleh Sarcotes scabiei dengan gejala yang ditimbulkannya adalah kejadian awal kulit kelinci gatal, memerah, lalu kulit mengalami keropeng berair dan menjadi koreng di kulit kelinci. Senyakit kudis ini sangat menular pada kelinci maupun pada manusia. Ada dua cara yang harus dilakukan untuk mengendalikan dan mengobati penyakit kurap pada kelinci, yang pertama adalah membersihkan kandang dengan air sabun atau diterjen lalu disemprot dengan insektisida contohnya fastac, lalu dijemur biarkan untuk 1 minggu dan terkahir di cuci kembali dengan diterjen dan biarkan samapi mengering. Jika perlu gunakan formalin dan mengunakan teknik pengoboran. Langkah yang kedua adalah mengisolasi (karantina/memisahkan)dan mengobati kelinci yang sakit kudis/kurap tersebut dengan ivermectine, atau anda bisa juga mengunakan asuntol (namun membutuhkan waktu yang lama dan harus telaten).

Penyakit Eksim Pada Kelinci, penyakit ini akibat adanya kotoran yang menempel di kulit kelinci dan menimbulkan alergi. Untuk pengobatan eksim pada kelinci bisa mengunakan bedak salicyl dan CTM yang banyak dijual di toko obat manusia. 

Penyakit telinga pada kelinci, penyakit ini bisa disebabkan oleh parasit seperti kutu ataupun oleh bakteri. Jika sudah terjadi keluarnya kotoran seperti nanah pada telinga kelinci maka hal tersebut menandakan sudah adanya infeksi sekunder dan harus diobati dengan pemberian antibiotik. Sedangkan untuk pengobatan penyakit telinga kelinci akibat kutu bisa mengunakan minyak nabati. 

Penyakit kulit pada kepala kelinci bisa disebabkan oleh jamur, scabies ataupun demodex. Untuk pengobatan demodec dan scabies bisa mengunakan ivermectine, sedangkan untuk jamur bisa mengunakan belerang yang dicampur dengan minyak kelapa.

Penyakit mata pada kelinci bisa disebabkan oleh alergi serbuk sari tanaman, bakteri, virus, cacing mata, ataupun irtasi karena debu. Gejala klinis kelinci yang menderita sakit mata adalah mata belekan, terkadang matanya menutup terus, mata memerah, basah dan berair. Pengobatan sakit mata pada kelinci tergantung pada penyebabnya. Jika disebabkan oleh bakteri maka pengunaan obat tetes mata yang mengandung antibiotik sangat dianjurkan, jika sakit mata kelinci disebabkan oleh cacing mata maka pemberian obat cacing adalah solusinya, jika disebabkan oleh serbuk sari maka pencucian mata kelinci dengan boorwater sangat dianjurkan.
Penyakit Mastitis atau radang ambing kelinci, penyakit ini disebabkan oleh bakteri yang mengakibatkan susu berubah menjadi nanah dan nampak keruh serta cepat basi. Gejala klinis yang muncul adalah puting susu mengeras dan agak panas. Pengobatan mastitis pada kelinci dilakukan dengan cara menyuntikan antibiotik yang mampu berkerja dan tidak terpengaruh dengan adanya nanah ke dalam puting susu kelinci. Kelinci dapat mati jika penyakit mastitis ini bertambah parah dan menyebabkan koreng/luka yang dalam.

Pilek / Influenza/Flu pada kelinci biasanya disebabkan karena menurunnya kondisi tubuh sehingga virus maupun bakteri dapat menyerang saluran pernafasan dan mengakibatkan gejala flu. Untuk pengobatan berilah suport terapi dengan pemberian multivitamin dan pemberian antibiotik oksitetrasikline via injeksi. 
Radang paru-paru pada kelinci atau yang biasa disebut pneumonia disebabkan oleh bakteri (paling umum) sehingga pengobatannya bisa mengunakan gentamycin ataupun spiramycin. Gejala radang paru-paru pada kelinci adalah adanya sesak nafas, nafas berbunyi, mata dan telinga kebiruan akibat kurangnya Oksigen pada organ tersebut.

Berak darah pada kelinci juga sering terjadi, penyebab penyakit ini adalah coccidia yaitu Emeria. Gejala-gejala yang ditimbulkanya adalah turunnya nafsu makan, kelinci menjadi kurus, adanya diare/ mencret darah. Emeria ini hidup di liter dan menular melalui oral/makanan ataupun mulut kelinci. Untuk pengendalian maka pembersihan kandang mutlak harus dilakukan dengan cara pengkapuran, sedangkan untuk kelinci yang menderita diare berdarah diberikan obat anticoccidia seperti antibiotik sulfa group atau furazolidone dengan cara pengobatan 3 hari diobati, 2 hari istirahat, 3 hari diobati kembali, ini sesuai dengan siklus emeria tersebut.
Demikian beberapa penyakit penting yang sering terjadi pada ternak kelinci peliharaan, semoga dapat bermanfaat.

Jenis Penyakit Pada Hewan Yang Berbahaya Bagi Manusia

Penyakit pada hewan banyak ragamnya, mulai dari yang menular dan berbahaya sampai yang tidak berbahaya bagi manusia. Hewan diciptakan untuk berdampingan dengan manusia dan dapat digunakan untuk kesejahteraan umat manusia, namun perlu juga diketahui bahwa ada suatu penyakit yang bisa menular dari hewan ke manusia, baik itu secara langsung maupun tidak langsung.
Penularan penyakit pada hewan yang secara langsung kepada manusia biasanya adanya interaksi/ kontak secara langsung, baik itu melalui luka ataupun hanya sentuhan kecil saja dapat menyebabkan penularan penyakit kepada manusia. Contoh yang sering terjadi adalah pada kasus rabies, dimana kasus rabies pada manusia disebabkan oleh gigitan anjing, kucing ataupun kera yang sedang menderita positif rabies.
Sedangkan penularan penyakit hewan kepada manusia secara tidak langsung adalah biasanya melalui makanan atau peralatan yang terkontaminasi penyakit tersebut. Contohnya adalah penyakit antrax, penyakit ini menular kepada manusia melalui makanan daging yang terinfeksi antrax ataupun adanya luka pada tubuh manusia yang tertempel pada bakteri/ spora antrax.
Penyakit hewan yang dapat menular kemanusia disebut penyakit zoonosis atau dapat juga diartikan penyakit menular yang ditularkan secara alamiah dari hewan domestik atau hewan liar ke manusia. Secara garis besar penyakit zoonosis dibagi menjadi 2 yaitu Emerging zoonosis dan Re emerging zoonosis.
Emerging zoonosis adalah penyakit hewan yang baru muncul, dapat terjadi dimana saja di dunia ini dan dampaknya dapat berpotensi begitu parah, contohnya adalah : Ebola virus dan Bovine Spongiform Enchepalopathy (BSE)/sapi gila.
Sedangkan Re emerging zoonosis adalah penyakit yang sudah pernah muncul di masa lalu, tapi kemudian menunjukkan tanda meningkat kembali di masa ini, contohnya adalah : Avian Influenza (AI), Rabies.
Jumlah penyakit zoonosis di dunia saat ini adalah 1.415 spesies organisme penyakit yang patogen bagi manusia (217 virus dan prion, 538 bakteri dan rickettsia, 307 fungi, 66 protozoa dan 287 parasit cacing). Dari jumlah tersebut 872 (61,6% bersumber dari hewan) yang terdiri dari 616 (70,6%) dari ternak, 476 (77,3%) menyerang multi spesies dan 132 (75%) bersifat zoonosis.
Untuk pemicu terjadinya Re emerging zoonosis adalah iklim yang cocok, habitat, kepadatan populasi sering menyebabkan peningkatan alamiah penyakit di suatu wilayah geografis tertentu selama beberapa waktu.
Sedangkan pada Emerging zoonosis tidak dapat diprediksi kapan hal tersebut terjadi dan setiap penyakit baru muncul dari sumber yang tidak disangka sebelumnya. Pemicu terjadinya Emerging zoonosis adalah dipengaruhi faktor lalu lintas hewan, ekologi, deforestsasi, pertumbuhan populasi manusia, perdagangan bebas, perusakan habitat hewan serta perubahan peternakan dan teknologi produksi. Berikut adalah jenis-jenis penyakit pada hewan berbahaya yang dapat menular ke manusia di Indonesia :
  1. Penyakit Rabies
  2. Penyakit Flu Burung
  3. Penyakit Antrax
  4. Penyakit Scabies
  5. Penyakit Brucellosis
  6. Penyakit Salmonellosis 
  7. Penyakit Cysticercosis/Taeniasis
  8. Penyakit TBC
  9. Penyakit Leptospirosis
  10. Penyakit Toxoplasmosis
  11. Penyakit Clostridium tetani (Tetanus) 
Penyakit-penyakit pada hewan tersebut diatas merupakan penyakit yang sering terjadi di Indonesia, sehingga kewaspadaan terhadap penyakit zoonosis perlu di tingkatkan. Peran dokter hewan dalam menangulangi penyakit zoonosis sangatlah penting, namun saat ini profesi dokter hewan masih dianggap sepele oleh kalangan tertentu. Perlu diketahui bahwa dokter hewan berperan sebagai pertahanan pertama dalam menjamin keamanan kesehatan manusia dari penularan penyakit dari hewan baik secara langsung maupun tidak langsung. Begitu juga dalam hal keamanan pangan asal hewan seperti daging, telur, dan susu beserta olahannya. Dokter hewan bertanggungjawab agar produk asal hewan tersebut aman untuk dikonsumsi oleh manusia, mulai dari pemeliharaan hewan tersebut, proses pemotongan, proses pengolahan bahan asal hewan bahkan sampai dengan transportasi hewan harus dibawah pengawasan dokter hewan. Hal ini dilakukan agar penularan tidak sampai meluas ke daerah-daerah lain.
Kita semua tahu bahwa, daging, susu dan telur bukanlah barang mewah lagi bagi bangsa Indonesia, namun siapa sangka jika didalam produk yang mengandung nilai gizi dan protein tinggi tersebut bisa mengandung bahaya mengancam yaitu penyakit foodborne disease yang disebabkan penyakit zoonosis dari hewan.
Demikian jenis penyakit pada hewan yang berbahaya bagi manusia dan sering terjadi di Indonesia. Semoga dapat bermanfaat.

Pengobatan Cacing Pada Sapi, Kelinci dan Kambing

Siklus Hidup Cacing Hati
Berbagai jenis dan merk obat cacing untuk ternak sapi dan kambing yang di jual di pasaran, sehingga kita terkadang bingung harus memilih obat cacing yang mana. Perlu diketahui bahwa jenis obat cacing untuk semua hewan termasuk sapi, kambing, domba ataupun kelinci mempunyai karakteristik dan tingkat ke efektifitasan sendiri. Contohnya untuk kandungan obat nitroxinil efektif untuk pengobatan cacing hati tetapi tidak efektif untuk cacing tambang. Atau piperazine sangat efektif untuk membunuh dan membasmi cacing gelang yang ada di usus kambing, sapi, kelinci maupun domba, namun tidak ampuh untuk membunuh cacing hati dan cacing pita.
Bagi para peternak sapi, kambing, domba ataupun kelinci tentunya akan sulit untuk menentukan jenis cacing yang menyerang ternaknya tersebut, karena untuk mendeteksi jenis cacing hanya dapat dilakukan di bawah mikroskop dengan cara memeriksa sample tinja kambing, sapi, domba ataupun kelinci untuk melihat jenis telur cacing yang menyerang ternak tersebut. Sehingganya para peternak akan kesulitan untuk menentukan jenis obatnya untuk mengobati cacing tersebut jika mereka jauh dari tenaga medik veteriner ataupun para mantri hewan.
Penyakit cacing pada sapi/kambing/domba ataupun kelinci merupakan jenis penyakit yang disebabkan oleh parasit yang secara ekonomis sangat merugikan peternak. Dikatakan demikian karena, walaupun dengan pemberian pakan berlebih dan berkwalitas pun ternak sapi, kambing/domba ataupun kelinci akan tetap kurus dan mengalami hambatan dalam pertumbuhan, bahkan beberapa jenis cacing dapat merusak organ tubuh hewan penderita. Kerugian lain yang dialami adalah menurunnya nafsu makan pada sapi, kambing, kelinci, domba penderita cacingan.
Secara umum jenis cacing yang menyerang hewan ternak sapi, kambing dan domba di Indonesia adalah cacing hati atau yang biasa disebut faciola, cacing gelang dan cacing lambung.

Cacing Hati Pada Sapi dan Kambing


Tingkat prevalensi penyakit cacing hati pada sapi dan kambing di Indonesia sangat tinggi, ini ditunjukkan pada saat pemeriksaan hewan qurban Hari Raya Idul Adha. Pada pemeriksaan hewan qurban yang dilakukan oleh petugas Dinas Peternakan di seluruh Indonesia banyak menemukan kasus cacing hati terutama pada sapi dan beberapa pada kambing/domba. Kondisi iklim dan geografis Indonesia memang sangat mendukung berkembangnya penyakit cacing hati pada ternak ini, banyaknya rawa-rawa dan genangan air di areal rerumputan memungkinkan suburnya perkembangbiakan siput sebagai inang (host) cacing hati pada ternak. Rumput yang terkontaminasi metaserkaria (telur cacing hati) yang tertelan oleh sapi, kambing dan domba akan menyebabkan ternak tersebut terinfeksi oleh cacing hati. Dan akhirnya merusak organ hati ternak penderita. Pencegahan yang paling efektif untuk mengindari cacing hati adalah dengan cara menggembalakan sapi/kambing sebaiknya diatas jam 10, dimana saat itu embun sudah turun serta metaserkaria ikut turun bersama embun pagi, bisa juga dengan melayukan rumput terlebih dahulu sebelum diberikan kepada sapi atau kambing, atau mengolah rumput dengan melakukan silase pada rumput tersebut sehingga metaserkarianya mati terbunuh. Disamping pencegahan tersebut, pengobatan cacing secara rutin 2 -3 bulan sekali pada sapi/kambing sangat membantu menghindari infeksi cacing hati pada ternak.
Pengobatan pada ternak sapi/kambing/domba yang terinfeksi cacing hati bisa mengunakan obat yang mempunyai kandungan nitroxinil atau nama dagangnya Dovenik via injeksi/suntik, bisa juga mengunakan obat cacing albendazole dengan merk dagang pyronil via mulut/oral. Pyronil merupakan obat cacing dengan spektrum luas yang mampu membunuh dan membasmi cacing hati, cacing gelang, cacing pita, dan cacing lambung pada sapi, kerbau, kambing, domba, kelinci, anjing, kucing dan ayam. Obat cacing yang satu ini tergolong sangat aman untuk hewan ternak dan sangat direkomendasikan untuk pengobatan cacing pada semua hewan.

Cacing Gelang Pada Sapi dan Kambing


Nama latin cacing ini adalah Neoascaris vitulorum, yang menyerang usus halus pada sapi, kelinci maupun kambing yang dapat menyebar ke organ lain, seperti ke otot dan pembuluh darah dengan mengikuti aliran darah. Pada ternak penderita cacing cacing gelang ini biasanya sapi akan nampak kurus, nafsu makan turun, bulu berdiri dan mudah terserang penyakit lain. Pencegahan yang paling efektif adalah pemberian obat cacing setiap 2-3 bulan sekali secara teratur. Jenis obat yang dapat di gunakan adalah piperazine atau bisa juga mengunakanan obat cacing albendazole yang diberikan secara oral.

Cacing Lambung pada Sapi dan Kambing


Jenis parasit cacing ini sering ditemukan di lambung sapi maupun kambing sehingga disebut juga dengan cacing lambung. Penyebabnya adalah cacing Haemonchus contortus, merupakan cacing yang menghisap darah di lambung. Gejala yang nampak adalah ternak lesu, kurang darah, bulu berdiri, tidak nafsu makan dan kurus. Pencegahan yang paling efektif adalah memberikan pakan yang bebas dari embun pagi atau melayukan terlebih dahulu sebelum di berikan pada sapi.
Pengobatan cacing lambung adalah pemberian obat cacing yang mengandung albendazole secara rutin dan berkala setiap 2-3 bulan sekali.

Demikian sekilas tentang jenis cacing pada sapi maupun kambing beserta pengobatan cacing pada ternak tersebut. Semoga bermanfaat.

Penyakit Anthrax Pada Hewan Yang Berbahaya

Anthrax merupakan salah satu penyakit hewan yang berbahaya bagi hewan maupun manusia. Penyakit Anthrax sering disebut juga sebagai Penyakit Radang Limpa. Penyebab penyakit ini adalah kuman Bacillus anthracis, dapat bersifat akut atau subakut. Penyakit ini bersifat zoonosis, dapat menyerang semua jenis hewan kecuali bangsa burung dan hewan berdarah dingin.
Kuman Bacillus anthracis ini berbentuk batang atau balok, yang lebih hebat lagi bahwa bakteri yang satu ini dapat membentuk spora bila berhubungan dengan udara dan dapat tahan hidup bertahun-tahun lamanya.
Penyakit anthrax ditemukan dibeberapa daerah/tempat di Indonesia, sehingga ini merupakan catatan penting bagi para dokter hewan dalam menjaga keamanan pangan asal hewan dari produk asal hewan yang bebas dari penyakit food borne zoonosis seperti anthrax ini. Keamanan pangan asal hewan dari penyakit berbahaya yang ditularkan dari hewan ke manusia melalui konsumsi pangan haruslah menjadi perhatian serius dari Pemerintah Indonesia dalam menciptakan ketentraman bathin mengkonsumsi produk hewan seperti sapi, kebau, kambing, domba maupun kelinci.
Penularan penyakit anthraks/anthrax ini dapat melalui alat pernafasan, kulit yang terluka, dan yang paling banyak terjadi adalah melalui pakan/minuman yang tercemar spora bacillus anthracis. Penularan juga dapat terjadi secara mekanis yaitu melalui serangga penghisap darah.
Umur hewan yang terserang penyakit ini adalah semua umur sangat rentan, baik tua maupun muda.

Gejala Klinis Penyakit Anthrax
Gejala-gejala yang ditimbulkan oleh penyakit anthrax adalah hewan (anjing, sapi, kerbau, domba, kucing, hewan lain) mengalami demam tinggi sampai 42 o C, hewan penderita mengalami depresi, menggigil, lesu dan malas bergerak, kematian terjadi sangat cepat, 1-2 hari sejak terjadinya infeksi. Pada hewan/ternak yang sudah mati memperlihatkan leleran darah berwarna kehitaman seperti tir dari lubang-lubang kumlah seperti mulut, hidung, anus atau vulva. 
Pada kuda sering terlihat kolik, edema pada daerah tenggorokan, leher, bahu dan skrotum.

Perubahan Patologi Anatomi
Penyakit anthraks ini jika di lihat dari perubahan anatomi, maka akan nampak perubahan seperti dibawah ini.
  • Adanya Edema pada organ parenkim
  • Darah berwarna merah kehitaman seperti tir.
  • Limpa membesar dan rapuh, sebab itu penyakit ini disebut juga penyakit radang limpa.
  • Perlu diingat bahwa hewan yang menderita anthrak/anthrax yang mati dilarang untuk dibedah bangkai/otopsi karena kuman anthrax akan dengan cepat membentuk spora bila berhubungan dengan udara luar dan bertahan hidup lama dialam terbuka serta akan menginfeksi hewan atau manusia di lingkungan tersebut.
Bagaimana Mendiagnosa Penyakit Anthraks/ Anthrax ?
Diagnosa penyakit antraks berdasarkan pada gejala klinis dan data epidemiologi serta dikukuhkan dengan pemeriksaan laboratorium. Pemeriksaan di laboratorium dilakukan dengan mengisolasi bakteri Bacillus anthracis secara uji serologis dan pemeriksaan histopatologi.

Diagnosa Banding/Differnsial Diagnosa Anthrax
Penyakit yang mirip dengan penyakit anthrax adalah penyakit ngorok yang bersifat akut dan keracunan.

Pengobatan Penyakit Anthrax dapat dilakukan dengan cara pemberian serum kebal secara cepat mampu menolong proses kesembuhan.

Tindakan Pencegahan dan Pengendalian
Untuk melakukan pencegahan dan pengendalian penyakit anthrax maka hal yang pelu dilakukan adalah vaksinasi anthrax secara rutin dan teratur, pengawasan yang ketat terhadap lalulintas ternak pada saat terjadinya kasus/wabah, atau dilakukan penutupan daerah dari lalulintas ternak.

Material Untuk Pemeriksaan Laboratorium
Bahan material untuk uji secara laboratorium penyakit anthrax ini dapat dilakukan dengan cara :
  1. Untuk isolasi kuman atau pengembangbiakan spora dapat dikirim spesimen : darah, bahan-bahan seperti tanah, kulit dan lain-lain yang dicurigai tercemar spora anthrax.
  2. Pengambilan spesimen harus betul-betul hati-hati dan dilakukan oleh aparat/petugas yang berwenang.
  3. Dilarang mengirim spesimen dari hewan yang dicurigai menderita ke BPPV Denpasar atau daerah yang bebas dari penyakit ini seperti Lampung dan sekitarnya.
Demikian sekilas tentang penyakit anthrax berikut cara mendiagnosa, pencegahan, pengendalian, penularan penyakit anthraks, spesimen laboratorium, cara mengirim sample dan pengobatannya. Semoga dapat bermanfaat.

Cara Memelihara dan Beternak Kelinci Yang Baik

Agar berhasil dalam usaha ternak kelinci maka kita harus mengetahui cara memelihara dan beternak kelinci yang baik. Ada beberapa hal untuk mencapai tujuan itu, diantaranya bagaimana mencegah penyakit kelinci, mengontrol penyakit, merawat kelinci, cara memberi pakan, dan bagaimana memelihara kandang agar kelinci nyaman tinggal di kandang tersebut.

Kandang kelinci haruslah dalam keadaan kering, ini akan meminimalisir bibit penyakit yang ada dikandang, karena kondisi kandang kelinci yang lembab, bau amonia yang menyengat serta basah dapat menyebabkan berkembangnya bibit penyakit dan dapat menurunkan tingkat kekebalan tubuh kelinci. Penyakit kelinci dengan kondisi yang lembab adalah terserangnya penyakit kulit dan infeksi saluran pernafasan seperti flu, bersin-bersin, pilek bahkan bisa menyebabkan pneumonia (radang paru-paru) pada kelinci.
Faktor lain yang penting adalah mengontrol kejadian penyakit pada kelinci. Pengontrolan penyakit ini dapat berupa isolasi/karantina kelinci yang menunjukan gejala sakit. Gejala penyakit kelinci secara umum adalah demam, nafsu makan turun bahkan hilang atau tidak mau makan sama sekali, kelinci nampak diam/lesu, kondisi mata tidak bersinar cerah/layu.

Cara Merawat Kelinci

Cara merawat kelinci dimulai saat penyapihan pada anak kelinci yaitu umur 7 - 8 minggu. Anak kelinci ini sebaiknya di letakkan pada kandang terpisah dari induknya, satu kandang berisi 2-3 ekor dengan pemberian pakan, minum yang cukup.

Cara Pemberian Pakan Pada Kelinci
Jenis pakan kelinci yang baik adalah pemberian hijauan seperti daun kacang, rumput lapangan, sawi, rumput gajah, kol, kangkung, daun turi dan daun kacang panjang. Sedangkan untuk pakan penguat dapat diberikan biji-bijian seperti bungkil kelapa, bungkil kedelai, bungkil sawit, padi, jagung, kacang hijau, sorghum, kacang tanah, dan dedak. Jika kesulitan dalam mencari pakan penguat dapat diganti dengan pakan buatan pabrik dalam bentuk pakan konsentrat. Untuk cara memberikan pakan dan minuman bagi kelinci sebaiknya 3 kali sehari yaitu pukul 10.00. pagi hari pakan kelinci  berupa dedak atau konsentrat , kemudian pukul 13.00 kelinci diberi makan rumput atau sayur-sayuran hijauan, lalu pemberian rumput lagi pada pukul 18.00.
Sedangkan untuk cara pemberian minum diberikan adlibitum (dalam keadaan tersedia terus sepanjang waktu).
Cara memelihara dan beternak kelinci memang membutuhkan keuletan dan ketelitian sehingga kita bisa mengetahui dan mempelajari tentang penyebab penyakit pada kelinci seperti Penyakit Bisul, Pilek / Influenza/Flu, Penyakit Kudis /Kurap pada Kelinci, Penyakit Eksim, Penyakit telinga pada kelinci, Penyakit kulit pada kepala kelinci, Penyakit mata pada kelinci, Penyakit Mastitis atau radang ambing kelinci, dan Berak darah pada kelinci beserta pengobatannya agar usaha ternak kelinci kita berhasil dan menguntungkan.

Penyakit Coccidiosis Penyebab Berak Darah Pada Hewan

Penyakit Coccidiosis atau mempunyai sinonimnya adalah berak darah dapat terjadi pada ayam, sapi, kambing, anjing, kucing dan hewan lainnya yang disebabkan oleh protozoa Eimeria sp, biasanya ditandai adanya kotoran /diare/ berak berdarah. Pada sapi penyakit coccidiosis disebabkan oleh E.bovis, E.Zurni, E. ellipsoidalis dan E. auburnensis.
gambar anak kucing persia
Siklus hidup parasit coccidia (Eimeria) ini berawal dari keluarnya ookiste bersama tinja, kemudian terjadi sporulasi dalam waktu 1-2 hari (tergantung spesies) dan suhu sekitar. Oosit yang telah mengalami sporulasi kemudian termakan oleh hewan, selanjutnya ookiste akan pecah dan terbentuklah sporozoit yang menyerang mukosa dan epitel usus. Sporozoit akan berkembang menjadi schizont, makrogametosit dan mikrogametosit, makrogamet dan mikrogamet kawin akhirnya terbentuklah zygote/ ookiste. Penularan dapat terjadi pada hewan karena tercemarnya makanan, minuman hewan/ternak oleh ookiste. Pada hewan besar bertindak sebagai hewan karier, sedangkan hewan muda, umur dibawah 6 bulan sangat peka terhadap penyakit ini.
Gejala klinis penyakit berak darah coccidiosis bervariasi, tergantung pada umur yang terserang dan spesies Eimeria sp., pada infeksi ringan ditandai oleh adanya diare ringan yang berlangsung sekitar 5-7 hari, pada infeksi berat tinja sering terlihat bercampur darah dan lendir, hewan penderita akan mengalami depresi, nafsu makan menurun sampai hilang, berat badan menurun, dehidarasi, daerah sekitar anus menjadi kotor oleh adanya tinja, dan kematian dapat terjadi selama periode akut atau kerena infeksi sekunder (pneumonia).
Perubahan patologi anatomi yang terjadi adalah adanya kongesti pada saluran pencernaan yang diikuti enteritis hemoragika dan nekrosis, adanya penebalan mukosa sekum, kolon, rektum dan ileum, pada kasus berat dan hebat dapat terjadi ulserasi/ keropeng dan pengelupasan mukosa, darah segar atau tinja bercampur darah sering ditemukan pada lumen usus besar, karkas tampak anemik.
Ada beberapa penyakit yang mampu menimbulkan diare berdarah seperti salmonelosis, Johne's disease, defisiensi Cu, osteortagiosis dan keracunan arsen. Penyakit-penyakit tersebut merupakan diagnosa banding. Dan untuk peneguhan diagnosa maka diperlukan identifikasi secara mikroskopis dengan melihat adanya ookiste dari mukosa usus melalui tinja yang dikeluarkan oleh hewan penderita berak darah tersebut.
Pengobatan penyakit berak/ diare darah berdarah karena coccidiosis dapat diobati dengan preparat furazolidone, pyrimethamin, sulfonamide (sulfa grup). Sedangkan untuk pencegahan yang harus dilakukan oleh peternak adalah menjaga sanitasi kandang dan lingkungan, penderita coccidiosis harus diisolasi dan segera diobati agar tidak menyebarkan penyakit ke hewan lain, dan hindari mengkandangkan/mengembalakan hewan secara bersama-sama antara hewan muda dengan hewan dewasa.
Untuk membawa material sebagai bahan uji laboratorium, yang harus dibawa untuk pemeriksaan ookiste adalah tinja yang diawetkan dalam formalin 10 %. Sedangkan untuk kepentingan identifikasi parasit, tinja yang dikirim harus dalam keadaan segar atau ditaruh dalam potasium bikromat 3 % (dalam waktu sekitar 2-3 hari sejak diambil harus sudah diterima di laboratorium). Bagi hewan yang telah mati, dapat dikirim pula potongan usus yang mengalami perubahan dalam formalin 10 % untuk pemeriksaan histopatologi.
Demikian penyakit berak darah yang disebabkan oleh coccidiosis pada sapi, kambing, kucing, anjing, kelinci, ayam, babi dan hewan lainnya, semoga bermanfaat.

Cara Memilih Bibit Kelinci Yang Baik

Salah satu faktor keberhasilan beternak kelinci adalah cara memilih bibit yang baik dan unggul. Bisa di bayangkan bila kita beternak kelinci yang kerdil, berpenyakitan atau memiliki reproduksi yang buruk, bisa membuat stres pemiliknya atau bukanya untung malah buntung. Untuk itu kita harus mengetahui memilih bibit kelinci yang unggul.
Ada beberapa parameter yang harus diketahui oleh peternak kelinci dalam memilih bibit kelinci yaitu :
    gambar kelinci cantik
  1. Bibit kelinci harus sehat yang dicirikan dengan nafsu makan yang baik dan harus memiliki gerakan yang aktif.
  2. Bibit kelinci harus memiliki bentuk badan dan kepala yang proposional, kompak dan seimbang, artinya jika berbadan besar maka kepalanya juga harus besar, jika badanya kecil maka kepalanya juga harus kecil. 
  3. Bibit kelinci harus memiliki mata bulat bercahaya, selaput matanya bersih dan mempunyai pandangan yang cerah dan jernih. Jika mata kelinci layu/sayu dan tidak jernih, ini menunjukan bahwa kelinci sedang sakit dan tidak boleh di jadikan bibit kelinci dan harus diafkir.
  4. Bibit kelinci juga harus memiliki moncong, hidung dan mulut yang bersih. Jangan memilih bibit kelinci yang pilek yang ditunjukkan dengan basahnya area hidung, moncong dan mulut akibat adanya leleran cairan di hidung.
  5. Bibit kelinci juga harus memiliki  bentuk kaki yang normal, kokoh, kuat dan berkuku pendek serta tidak cacat atau abnormal. Kaki kelinci yang cacat bisa berbentuk X ataupun O, sedangkan yang baik adalah lurus dan proposional. Untuk mengetahui bentuk kaki, kita harus melihat kaki kelinci dari depan.
  6. Bibit kelinci yang unggul harus memiliki badan yang bulat, berdada lebar dan padat serta tidak kurus.
  7. Sedangkan jika dilihat dari segi bulu, bibit kelinci yang unggul memiliki bulu yang licin, bersih, halus dan mengkilat. Kulit tidak terserang kurap, gudik ataupun penyakit kulit lainnya.
  8. Daerah anus pada bibit kelinci yang unggul adalah bersih, tidak ada bekas kotoran diare atau mencret, serta kering.
  9. Ciri yang terakhir untuk bibit kelinci yang unggul adalah memiliki ekor yang tumbuh lurus keatas dan nampak menempel ke punggung serta bentuknya tidak miring atau rebah ke samping atau terpuntir.
Demikian cara memilih bibit kelinci yang unggul dan baik, semoga dapat bermanfaat.

Cara Mudah Beternak Kelinci

Cara Mudah Beternak Kelinci | Penyakit Hewan. Cara beternak kelinci bagi pemula, mungkin terlihat susah. Namun jika sudah berkecimpung dan terjun langsung untuk berternak kelinci, maka itu sangat menyenangkan dan tentunya akan menghasilkan keuntungan. Selama ini produksi daging sebagai protein hewani didominasi oleh daging sapi, daging kerbau, daging kambing, daging ayam, dan daging domba. Sedangkan daging kelinci belum menjadi prioritas utama para peternak penghasil daging, namun jika kita melihat pangsa pasar konsumen daging kelinci juga cukup banyak dan menjanjikan. Saat ini sangat jarang menemukan makanan produk daging kelinci di setiap kota-kota di Indonesia. Jika kita bisa membuka produk makanan khas daging kelinci beserta olahannya maka di jamin akan mendatangkan keuntungan yang luar biasa. Hal ini disebabkan tidak ada pesaing yang cukup berarti.
Yang menjadi masalah dalam hal membuka usaha produk olahan kelinci adalah ketersediaan ternak kelinci itu sendiri. Ketersediaan atau suplai ternak kelinci di Indonesia masih sangat sedikit, nah berdasarkan itu semua, saya mengajak teman-teman untuk beternak kelinci agar daging kelinci bisa menjadi daging alternatif bagi konsumen pengkonsumsi daging.
gambar kelinci bagus
Sebagai langkah awal maka saya akan memberikan informasi tentang cara beternak kelinci yang baik dan mudah. Agar kelinci kita tidak mudah terserang penyakit yang akhirnya kelinci kita sakit dan mati.
Ada beberapa hal atau Teknik Dasar Beternak Kelinci yang harus diperhatikan jika kita memulai usaha beternak kelinci, yaitu :
A. PERAWATAN KELINCI
Perawatan kelinci terdiri dari;
  1. Membersihkan Kandang
  2. Membersihkan Kotak Melahirkan
  3. Membersihkan Tempat Makanan dan Minuman
  4. Menggunting Kuku
  5. Membersihkan Kelinci
 B. PAKAN KELINCI

Makanan bagi mahluk hidup merupakan hal yang paling utama, tak terkecuali kelinci. Pakan Kelinci bisa berasal dari rumput, biji-bijian ataupun dari umbi-umbian. Jenis makanan kelinci tersebut mempunyai kadar kandungan karbohidrat, protein, lemak, asam amino dan vitamin yang berbeda-beda. Jenis pakan, jumlah dan mutu makanan kelinci yang diberikan akan sangat menentukan tingkat pertumbuhan, kesehatan dan perkembangbiakannya.
Makanan kelinci yang baik dan dianjurkan adalah makanan yang terdiri dari sayur-sayuran hijau, biji-bijian, umbi-umbian, jerami dan konsentrat. Makanan kelinci yang bersumber dari tananman bisa berasal dari limbah sayuran seperti daun pepaya, daun singkong yang sudah dilayukan, daun kangkung, wortel, ampas tahu, daun talas dan lain-lain. Sayuran yang hendak dijadikan makanan kelinci sebaiknya dilayukan terlebih dahulu agar kadar serat kasar sayuran tersebut menjadi tinggi dan menghindari keracunan cyanida (terutama pada daun singkong), disamping itu pelayuan ini juga dapat memperkecil dan menghindari mencret atau diare pada kelinci akibat makanan tersebut. Jika kita memberikan makanan kelinci berupa sayuran, maka yang perlu diperhatikan adalah residu pestisida. Untuk itu sebelum di berikan untuk kelinci maka sayuran tersebut harus di cuci dahulu dengan air yang bersih dicampur dengan garam, agar pestisidanya larut dan hilang dari sayuran. Tips lain untuk menghindari pestisida yang ada disayuran adalah memilih sayuran yang daunnya dimakan ulat, itu menandakan bahwa tidak ada pestisdia di sayuran tersebut.
Jenis makanan lain untuk kelinci juga bisa berupa jerami atau rumput awetan yang telah dipotong-potong/di cacah dan bisa mengunakan tehnik silase. Pengawetan dengan silase pada rumput ataupun jerami berguna untuk mempertahankan dan mempertinggi kandungan nilai gizi untuk kelinci, disamping itu akan meningkatkan nafsu makan kelinci, sehingga kelinci menjadi baik produktifitasnya.
Kita juga bisa memberikan makanan penguat untuk kelinci berupa umbi-umbian dan konsentrat. Umbi-umbian bisa terdiri dari umbi jalar, mantang dan singkong. Sedangkan konsentrat bisa juga diberikan untuk kelinci untuk menambah protein, karbohidarat dan lemak. Sehingga nilai gizi untuk kelinci menjadi bertambah. Konsentrat ini bisa berupa konsentrat yang sudah jadi, berupa pelet ( buatan pabrik), atau bisa juga berupa buatan sendiri yang terdiri dari bekatul / dedak, bungkil kelapa, bungkil sawit, ampas tahu, bungkil kedelai, bungkil kacang tanah atau gamplek.
Sedangkan untuk pola waktu pemberian pakan pada kelinci cukup 2 kali sehari saja yaitu pukul 7.00 pagi hari dan pukul 16.00 sore hari. Pada pagi hari pakan kelinci yang diberikan berupa konsentrat sebanyak 200 gr/ekor, sedangkan pada sore hari cukup diberikan rumput atau wortel secukupnya saja untuk menambah serat kasarnya.
Untuk induk yang sedang hamil diutamakan pemberian hijauan yang banyak dengan konsentrat secukupnya saja. Pemberian konsentrat yang terlalu banyak untuk induk kelinci yang hamil akan menyebabkan kegemukan dan bisa menyebabkan kesulitan melahirkan anaknya kelak.
Sedangkan untuk kebutuhan air minum harus ad libitum artinya tersedia sepanjang waktu dan harus dalam keadaan bersih.
Berikut ini adalah komposisi cara membuat  pelet sendiri untuk kelinci :
  1. Makanan Pelet Untuk Kelinci Masa Pertumbuhan
    • Jagung Giling 62,5 %
    • Bungkil Kedelai 15 %
    • Dedak Halus 20 %
    • Tepung Tulang 1 %
    • Garam 1,5 %
  2. Makanan Pelet Untuk Kelinci Penggemukan
    • Jagung Giling 42 %
    • Bungkil Kedelai 25 %
    • Dedak Halus 30 %
    • Tepung Tulang 1,5 %
    • Garam 1,5 %
  3. Makanan Pelet Untuk Induk Produktif
    • Jagung Giling 52 %
    • Bungkil Kedelai 12,5 %
    • Dedak Halus 22,5 %
    • Tepung Tulang 1,5 %
    • Garam 1,5 %
C. KANDANG KELINCI

Fungsi kandang untuk kelinci adalah sebagai tempat berlindung dan tempat berkembangbiak atau sarang. Kandang kelinci bisa terbuat dari bahan kayu, bambu, kawat, ataupun besi. Untuk kandang kawat dan besi lebih awet daripada kandang kayu atau bambu, hal ini disebabkan kelinci ini adalah hewan pengerat yang memiliki gigi di sepanjang usiannya. Sehingga kayu dan bambu bisa dijadikan sasaran gigi kelinci tersebut untuk mengerat. Namun jika kita telaten memperbaiki kandang tersebut, itu tidak jadi masalah. Yang terpenting untuk membuat kandang adalah ukuran kandang yang disesuaikan dengan isi jumlah kelinci dalam satu kandang, intensitas cahaya, suhu, ventilasi udara baik, tidak lembab, bersih, terbebas dari panas, angin dan hujan serta kandang rapat sehingga kelinci terbebas dari binatang lain seperti tikus, kucing dan anjing.
Kelinci termasuk hewan yang mudah sakit karena faktor lingkungan yang tidak mendukung, sehingga kita perlu membuatkan kandang untuk mengontrol pengaruh lingkungan terhadap kelinci kita. 

Ada beberapa hal yang harus diketahui tentang perkandangan kelinci yaitu :
  • Setiap seminggu sekali kandang perlu di bersihkan dengan desinfektan. Jika anda kesulitan mencari desinfektan maka air deterjen pun bisa digunakan untuk membersihkan kandang kelinci tersebut. 
  • Kandang kelinci harus terang pada malam hari.
  • Pada pagi hari, kandang kelinci harus terkena sinar matahari. Sebagaimana kita ketahui bahwa sinar matahari pagi sangat baik untuk kesehatan, termasuk kelinci.
  • Kandang harus tertutup rapat, agar kelinci terbebas dari hewan lain seperti tikus, kucing dan anjing.
  • Kandang harus selalu bersih dari sisa-sisa makanan dan kotoran. Kelinci juga butuh tempat tinggal yang nyaman, bersih dan sehat, sehingga kita harus rajin membersihkan kandang kelinci setiap hari agar kandang terbebas dari penyakit.
  • Pada malam hari, kandang kelinci tidak boleh terbuka yang menyebabkan kelinci terkena angin malam. Perlu diketahui bahwa walaupun kelinci tahan terhadap cuaca dingin, tubuh kelinci kurang tahan terhadap angin malam.  Jadi diusahakan kandang ditutup sedemikian rupa dengan menyisakan sedikit untuk ventilasi udara, sehingga angin malan tidak langsung mengenainya.
Ukuran Kandang Kelinci

Ukuran kandang kelinci harus disesuaikan dengan ukuran besar kecilnya kelinci dan jumlah kelinci dalam satu kandangnya. Tingkat kepadatan kandang kelinci yang tinggi/padat akan membuat kelinci stress karena didalam kandang yang padat kelinci akan berebut makanan, minum, udara dan biasanya pada kandang yang padat tingkat amonia tinggi dan akan menyebabkan gangguan pernafasan pada kelinci. Biasanya ukuran kandang kelinci yang kecil kita bisa mengunakan kandang 60 x 50 x 50 cm, sedangkan untuk kelinci yang besar mengunakan kandang berukuran 70 x 50 x 50 cm.
Dalam membuat kandang sebaiknya kita mengunakan kawat atau bambu. Hindari mengunakan triplek atau papan yang dapat menghalangi interaksi kelinci dengan lingkungan, karena hal ini akan membuat kelinci mudah stress.
jenis kandang kelinci

Perencanaan Sanitasi Kandang Kelinci

Sebelum kita membangun kandang maka perlu kiranya kita memikirkan tentang membangun sanitasi kandang yang baik. Dengan sanitasi kandang yang baik maka kemungkinan kelinci sakit menjadi kecil. Bukankan ada pepatah yang mengatakan bahwa mencegah lebih baik daripada mengobati. Hal ini berlaku juga untuk kelinci.
Perencanaan membangun kandang kelinci harus dipikirkan tentang kemana air dan kotoran akan mengalir, mudah dalam membersihkan kandang. Lantai kandang akan bagus jika di semen, namun jika urine atau air seni jatuh ke lantai semen tersebut akan menyebabkan bau yang menyengat dan menyebabkan kandang tidak nyaman. Untuk itu perlu dibuatkan talang yang terbuat dari potongan pipa paralon pada setiap kandang untuk mengalirkan air seni/urine ke bak penampungan.
Jika kita belum bisa membuat sanitasi yang baik, maka lebih baik kandang kelinci di tempatkan di atas tanah sehingga urine maupun kotoran dapat diserap dan dinetralisir oleh tanah dibawahnya.
Demikian cara mudah beternak kelinci bagi pemula, semoga bermanfaat.


Jenis Penyakit Telinga Pada Hewan Ternak

Penyakit telinga pada hewan ternak sering kurang mendapat perhatian terutama pada anjing, kucing, domba, kambing, sapi atau monyet. Yang termasuk sering adalah adanya gangguan pendengaran, otitis ekterna, dan otitis media.
gambar penyakit tumor telinga anjing

Berikut ini adalah macam-macam jenis Penyakit Telinga pada hewan :
  1. Nekrosis Ujung Telinga
  2. Terjadinya nekrosis ujung telinga bisa disebabkan oleh suhu yang dingin, keracunan makanan ergot, thrombosis, trauma atau kanibalisme.
  3. Hematoma Aurikuler
  4. Hematoma aurikuler disebabkan oleh trauma, terutama terjadi pada anjing yang menggoyang-goyangkan telinganya yang mengalami otitis ekterna. Anjing dengan telinga yang menggantung lebih peka terhadap kelainan ini. Kelainan patologis ini terjadi pada sisi cekung telinga luar, mula-mula lembek kemudian mengeras akibat terjadinya penggumpalan darah. Lama-lama terjadi jaringan granulasi sehingga hematoma menjadi keras dan terjadi kontraksi yang mengakibatkan perubahan bentuk telinga luar.
  5. Otitis Eksterna
  6. Otitis Eksterna adalah peradangan telinga luar yang sering ditemukan pada anjing, kucing dan kambing. Kelainan ini sering terjadi pada anjing yang telinganya mengantung atau anjing yang memiliki bulu banyak dalam saluran telinganya. Pada kucing dan kambing radang ini diawali oleh infeksi tungau ( otodectes, Psoroptes)
  7. Otitis Media
  8. Otitis Media adalah peradangan yang terjadi pada telinga tengah atau rongga timpani, biasanya disebabkan oleh bakteri yang mencapai lokasi ini lewat corong Eustachius atau mengikuti perforasi timpanum. Pada babi dan domba, infeksi terjadi secara ascenden dari faring melalui corong Eustachius. Pada anjing dan kucing , otitis eksterna kronik dapat menjadi faktor predisposisi. Secara klinis hewan nampak memiringkan kepalanya, berputar-putar dan keseimbangannya terganggu.
  9. Otitis Interna
  10. Otitis intena adalah peradangan telinga bagian dalam. Kelainan in i biasanya merupakan perluasan dari radang telinga tengah dan selalu melibatkan bakteri sehingga dengan demikian biasanya mengeluarkan cairan/kotoran/eksudat kuning bernanah.
  11. Tumor
  12. Ada beberapa jenis tumor yang dapat menyerang kulit daun telinga dan kelenjar serumen.
    • Karsinoma Sel Skuamus
    • Tumor ini sering muncul pada kucing didahului stadium prekanker berupa eritema dan dermatitis ulserativa.
    • Tumor Kelenjar Serumen
    • Kelainan ini sering terjadi pada anjing dan kucing tua. Pada anjing biasanya bersifat jinak (adenoma), sedangkan pada kucing bersifat ganas (karsinoma). Adenoma tampak seperti benjolan dengan permukaan licin, bertangkai dengan diameter jarang melebihi 1 cm.
Demikian artikel macam jenis penyakit telinga pada hewan ternak, semoga bermanfaat.

Mengobati Bisul Pada Kelinci

Penyakit bisul pada kelinci ini tergolong penyakit kulit akibat tingginya kadar protein yang kita berikan. Protein ini biasa didapat dari biji-bijian atau kacang-kacangan, bisa juga berasal dari protein konsentrat. Pemberian yang terlalu banyak protein bisa menyebabkan bisul pada kelinci, namun jika kekurangan protein maka pertumbuhan kelinci menjadi terganggu. Untuk itu kebutuhan ransum makanan kelinci harus seimbang antara protein, karbohidrat dan lemak.
gambar bisul pada kelinci

Jika bisul pada kelinci anda terlanjur muncul maka lakukan hal-hal sebagai berikut :
  1. Kurangi kadar protein, dengan mengurangi konsentrat berkadar protein tinggi, kurangi juga pemberian biji-bjian/kacang-kacangan.
  2. Lakukan pengobatan dengan cara :
    • Keluarkan nanah/darah kotor dari bisul dengan mengunakan scapel sampai bersih.
    • Bersihkan bisul yang terbuka tersebut memakai air hangat dengan mengunakan kapas jika dianggap perlu lalukan irigasi dengan antiseptik seperti rivanol.
    • Bersihkan dengan mengunakan alkohol 70 % (gunakan kapas).
    • Taburkan penicillin pada bekas bisul tersebut. 
    • Jika sayatan bekas bisul lebar, maka penjahitan perlu untuk dilakukan untuk menutup luka.
    • Berikan yodium tingtur pada daerah bisul pada kelinci tersebut.
    • Lakukan perban dengan kain kasa perban agar tidak dihinggapi lalat sehingga tidak menjadi myasis.
    • Lakukan kontrol pengobatan setiap hari dengan memberikan penicillin dan yodium tingtur sampai bekas luka bisul sembuh.
Demikian cara mengobati bisul pada kelinci, semoga dapat bermanfaat.

Pengobatan Radang Mata Pada Kelinci

Tanda-tanda radang mata pada kelinci biasanya terjadi penumpukan belek (kotoran), mata memerah terutama daerah konjungtiva, kemudian mata berair yang ditunjukkan dengan basahnya daerah bulu mata. Kelinci yang sering terkena penyakit radang mata adalah kelinci yang masih kecil (anak kelinci), walaupun terkadang kelinci dewasa juga dapat mengalaminya. Hal ini dikarenakan faktor daya tahan tubuh, pada kelinci yang kecil daya tahan tubuh relatif lebih rendah dan belum optimal dibandingkan dengan kelinci dewasa.
mata kelinci belekan
Radang Mata Kelinci ( belekan)
Mata belekan pada kelinci ini merupakan akibat adanya infeksi bakteri. Bakteri ini bisa secara langsung menyerang atau dapat pula didahului dengan adanya alergi akibat debu. Mata yang terkena debu menyebabkan kelinci mengaruk-ngarukkan matanya, sehingga terjadi iritasi dan luka didaerah mata tersebut dan bakteri dapat dengan mudah menginfeksi mata kelinci tersebut.
Akibat infeksi mata pada kelinci menyebabkan nafsu makan menurun sehingga berat badanpun akan turun. Untuk itu segera diambil tindakan pengobatan yang efektif untuk mengatasinya. Cara yeng efektif untuk pengobatan adalah membersihkan area mata dengan air/cairan yang isotonis seperti boorwater dengan mengunakan kapas untuk menghilangkan belek mata kelinci tersebut. Langkah lebih lanjut adalah mengunakan tetes mata yang mengandung antibiotik atau bisa juga mengunakan salep mata yang mengandung gentamicin atau antibiotik lainnya. pengobatan ini tidak hanya sekali, namun dilakukan 3 kali sehari selama 5 hari berturut-turut sampai radang mata pada kelinci sembuh.
Demikian pengobatan dan penanganan radang mata pada kelinci, semoga dapat bermanfaat.


Cara Membersihkan dan Memandikan Kelinci

Kelinci hias yang bersih dan sehat merupakan keinginan kita semua, sehingga kita merasa nyaman untuk bermain dengan kelinci tersebut, untuk itu kita harus tahu cara membersihkan serta memandikan Kelinci kita tersebut. Berikut adalah cara-caranya : 
gambar kelinci

  1. Terlebih dahulu kita menyiapkan peralatan mandi kelinci, seperti : handuk kering, hair dryer, sisir, bak mandi, shampo, gayung dll.
  2. Siapkan juga air hangat suam kuku yang akan kita gunakan sebagai air mandinya kelinci
  3. Masukkan kelinci dengan perlahan ke dalam bak mandi. Untuk diingat agar mengarahkan kelinci membelakangi kita, untuk berjaga-jaga bila kelinci tersebut berontak dan mencakar kita.
  4. Siramlah secara perlahan-lahan kelinci  tersebut dengan air hangat, mulai dari arah belakang ke depan. 
  5. Lakukan pemijatan-pemiijatan dan sibak rambut kelinci (seperti kita keramas dengan shampo) dengan menggunakan jari-jari tangan kita, sehingga air dapat masuk sempurna sampai kedalam akar bulu
  6. Ambil shampo lalu keramaskanlah kelinci tersebut dengan cara memijit-mijit secara merata ke seluruh tubuh kelinci.
  7. Bilaslah dengan air hangat sampai benar-benar tidak ada busa shamponya.
  8. Angkatlah kelinci, kemudian diletakkan di tempat bak lain yang bersih lalu bilas sekali lagi dengan air hangat, untuk memastikan shampo sudah hilang dari bulu kelinci kita itu.
  9. Setelah merasa bebas dari shampo, kelinci diangkat kembali dan letakkan di  sebelah bak, lalu keringkan dengan handuk kering dan bersih. Lakukan berulang-ulang mengunakan handuk kering, bila perlu gunakan hairdrayer dan sisir agar cepat kering bulunya.
  10. Rapihkanlah bulu kelinci kita menggunakan sisir, jika dirasa terlalu panjang bulunya, anda bisa memotong sesuai dengan selera anda, yang penting jangan terlalu pendek.
Nah, kelinci kita sudah harum dan bersih, siap di ajak bermain dan di gendong.

Demikian Cara Membersihkan dan Memandikan Kelinci yang baik, semoga bermanfaat.



Penyebab dan Pengobatan Kurap Pada Kelinci

Penyebab dan Pengobatan Kurap Pada Kelinci


Penyebab kelinci yang terkena kurap dan cara mengobati kurap pada kelinci merupakan sesuatu hal yang sering ditanyakan oleh peternak kelinci. Kelinci yang terkena kurap akan menyebabkan berkurangnya berat badan, turunnya produktifitas dan dapat menyebabkan kematian, disamping itu secara ekonomis akan pula menurunkan nilai jual dari kelinci yang terinfeksi kurap tersebut. Penyakit kurap pada salah satu kelinci ini dapat menularkan pada kelinci yang sehat dalam satu kandang, sehingga penyakit ini harus diwaspadai demi kelangsungan budidaya kelinci kita.
kelinci kurapan
Gambar Kelinci Kurapan

Kurap atau yang biasa disebut scabies merupakan penyakit yang disebabkan oleh sarcoptes scabei. Itu merupakan sejenis parasit yang menyerang kulit, biasanya daerah yang sering terinfeksi kurap adalah daerah telinga kelinci, mulut dan kaki. Kulit yang terserang akan mengalami gatal, bersisik, kulit menebal dan bulu kelinci akan rontok. Dalam kasus yang parah kelinci akan sangat menderita dan akan menyebabkan nafsu makan menurun, sehingga lambat laun akan menjadi kurus dan mudah terinfeksi penyakit lainnya.
Sarcoptes scabei penyebab kurap tersebut memiliki habitat lingkungan yang lembab dan kotor, sehingga jika kelinci hidup di kandang dengan lingkungan tersebut maka, kemungkinan besar akan terjadinya infeksi kurap menjadi sangat besar. Untuk itu jika kita ingin kelinci bebas dari penyakit kurap maka lingkungan yang sehat, bersih, cukup cahaya, cukup udara dan tidak lembab perlu dijaga dan diperhatikan. Dengan lingkungan yang nyaman dan sehat maka proses budidaya kelinci menjadi mudah dan tidak akan terserang penyakit.
Pengobatan Kelinci yang Terinfeksi Kurap
Pengobatan kurap pada kelinci meliputi dua aspek yaitu kebersihan lingkungan dan hewan kelinci itu sendiri.
Jika pengobatan hanya di fokuskan pada kelincinya saja maka selang beberapa bulan akan kambuh lagi, hal ini disebabkan karena lingkungan kandang masih tercemar oleh parasit penyebab kurap tersebut. Ada beberapa langkah pengobatan kurap yang harus dilakukan oleh peternak untuk mengobati kelinci kurapan yaitu dengan cara :
  1. Pisahkan kelinci yang terkena kurap dari yang sehat atau bahasa lainnya kelinci tersebut di karantina di kandang yang lain.
  2. Bersihkan kandang dengan mengunakan air deterjen sampai bersih, lalu lakukan pengoboran dengan alat pengobor tikus, dan yang terakhir lakukan pengapuran dengan kapur yang biasa dijual di pasaran. Perhatikan daerah ujung atau tempat yang tersembunyi, biasanya daerah tersebut yang menjadi sarang sarcoptes scabei.
  3. Jemurlah kandang yang telah bersih itu dibawah sinar matahari selama 1 hari.
  4. Untuk pengobatan kelinci yang kurap, bisa mengunakan obat intermectine dengan dosis 0,02 ml per Kg, ulangi 2 minggu kemudian dengan dosis yang sama.
  5. Setelah sehat dan sembuh, kelinci tersebut boleh untuk dicampur dengan kelinci yang lain.
Demikian Penyebab dan Cara Pengobatan Kurap Pada Kelinci, semoga bermanfaat.


Obat dan Penyebab Kelinci Diare atau Mencret

Diare pada kelinci bisa menimbulkan efek negatif yang sangat besar bahkan sampai menuju kematian, untuk itu kita sebagai peternak kelinci harus mengetahui penyebab kelinci kita terkena diare atau mencret. Faktor dominan penyebab diare pada kelinci juga pada hewan lain adalah faktor makanan dan minuman. Makanan yang basi, rumput yang terlalu muda, atau makanan yang mengandung racun seperti pestisida merupakan makanan yang berbahaya pada kelinci. Munculnya diare pada kelinci akibat adanya reaksi usus kelinci yang bergerak cepat atau yang biasa kita sebut peningkatan periltastik usus untuk segera mengeluarkan zat atau makanan yang mengandung bakteri, virus, parasit, ataupun racun dari dalam usus keluar melalui feses atau kotoran. Jika kita melihat hal tersebut maka gerakan periltastik usus merupakan salah satu sistem pertahanan tubuh yang diatur oleh susunan saraf otonom untuk melindungi tubuh dari bahaya yang mengancam. 
Pada kasus yang ringan dengan infeksi bakteri cs yang masih dapat dikendalikan oleh tubuh kelinci, diare dapat sembuh dengan sendirinya. Namun jika terjadi kasus yang berat dengan infeksi dalam jumlah yang banyak dan jenis bakteri cs yang sangat patogen (berbahaya), tubuh kelinci tidak mampu untuk mengatasi diare tersebut sehingga muncul kejadian fatal pada kelinci tersebut.
Makanan yang basi merupakan makanan yang banyak mengandung bakteri patogen sehingga jika di berikan kepada kelinci maka kejadian diare tidak dapat terhindarkan, biasanya makanan basi ini adalah ampas tahu yang tidak diperlakukan dengan baik sehingga bakteri dengan mudah berkembangbiak di dalam ambas tahu tersebut. Demikian juga dengan rumput yang terlalu muda, pada rumput yang terlalu muda jika diberikan pada kelinci akan menimbulkan gas yang berlebih, sehingga kelinci akan mengalami kembung atau bloat dan akhirnya mengalami diare. 
Sedangkan kasus keracunan pestisida dalam jumlah kecilpun pada kelinci akan menimbulkan diare pada kelinci, kemudian keracunan pestisida dalam jumlah yang besar akan menimbulkan kerusakan organ lain termasuk jantung, ginjal dan hati serta akan menimbulkan kematian pada kelinci.
Diare pada kelinci akibat faktor minuman biasanya terjadi pada saat awal atau dimusim penghujan. Bakteri-bakteri yang berada ditanah dan halaman akan masuk kedalam sumur dibawa oleh air hujan, sehingga sumur akan terkontaminasi oleh bakteri penyebab diare tersebut. 

Dampak Diare Pada Kelinci
Diare dapat menimbulkan kematian dikarenakan kelinci mengalami dehidrasi yang tinggi dan adanya infeksi bakteri cs yang menjalar ke seluruh tubuh atau yang biasa disebut septikemia disamping keracuna tersebut diatas. Kondisi ini dehidrasi dan septikemia ini yang harus segera ditangani oleh obat-obatan, dan biasanya kejadian septikemia dapat berjalan dengan sangat cepat.

Obat Diare Pada Kelinci
Penentuan diagnosa yang tepat dalam hal penyebab diare merupakan faktor utama tingkat kesembuhan kelinci. Diagnosa awal, bisa ditelusuri dari sejarah makanan yang dikonsumsinya. Setelah kita mengetahui diagnosa maka langkah selanjutnya adalah penentuan obat yang harus diaplikasikan atau diberikan pada kelinci yang sedang diare tersebut.
Untuk kelinci diare akibat bakteri maka pengobatan yang paling cocok adalah pemberian antibiotik, bisa via suntikan / injeksi atau oral. Namun perlu diingat bahwa ada berberapa bakteri yang mengeluarkan racun (enterotoxin) seperti Campylobakter jenuni, Staphylococcus aureus dll, sehingga dibutuhkan zat arang untuk menetralisirnya disamping antibiotik tersebut. Antibiotik yang cocok untuk kasus diare adalah jenis preparat sulfa, oxytetracyclin, metronidazole dll
Sedangkan untuk pengobatan kelinci diare akibat mengkonsumsi rumput yang masih muda dan kemudian menimbulkan kembung /bloat pada kelinci, maka pemberian dimeticon atau antibloat sangat dianjurkan untuk mengurangi gas akibat rumput muda tersebut ( rumput muda memang menimbulkan masalah.....tapi bagaimana dengan istri muda..??? hehehehe....... dasar laki-laki...!!!). Namun jika sudah mengarah pada infeksi sekunder oleh bakteri maka kombinasi dimeticon per oral dan injeksi antibiotik akan sangat membantu proses penyembuhan.
Demikian penyebab dan obat diare/mencret pada kelinci, semoga dapat bermanfaat.



Cara Mendeteksi atau Mengetahui Kelinci Yang Sakit

gambar kelinci sakit
Cara mendeteksi atau mengetahui kelinci yang sakit bagi peternak kelinci merupakan kunci keberhasilan dalam budidaya ternak kelinci disamping pengetahuan tentang pakan, kandang, siklus produksi. 
Semua mahluk hidup dapat terserang penyakit, demikian pula dengan kelinci. Penyakit pada kelinci hampir sama dengan penyakit hewan lain. Kelinci dapat terserang penyakit enteritis/radang usus, diare, kurap/scabies, masuk angin, tidak mau makan, cacingan dan lain-lain. Bagi peternak kelinci memahami dan mengenal berbagai macam penyakit pada kelinci adalah suatu keharusan, sehingga dalam menjalankan usaha peternakan kelinci dapat berjalan dengan sukses. Disini, saya akan berusaha memberikan informasi mengenai penyakit-penyakit pada kelinci dan semoga dapat bermanfaat bagi anda pencinta kelinci.

Sebelum kita berbicara mengenai penyakit pada kelinci, maka yang perlu kita pahami adalah mengetahui ciri-ciri kelinci yang sehat.
Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk mengetahui kelinci yang sehat yaitu :
  • Kelinci yang sehat biasanya memiliki gerakan yang aktif.
  • Kelinci yang sehat mempunyai bulu mengkilap dan halus, artinya kelinci tersebut tidak terserang penyakit kulit sehingga menyebabkan kerusakan kulit dan kerontokan bulu pada kelinci kita.
  • Kemudian kelinci tersebut biasanya memiliki kewasdaan yang tinggi. Sifat ini adalah sifat alamiah dari seekor kelinci untuk mempertahankan hidup di alam bebas, sebagaimana kita ketahui bahwa kelinci merupakan hewan buruan bagi anjing, macan akar, srigala dan hewan pemburu lainnya sehingga kewaspadaan bagi kelinci merupakan suatu cara untuk mengetahui bahaya bagi dirinya.
  • Kelinci yang sehat juga harus memiliki nafsu makan dan minum bagus, Adanya perubahan pada prilaku makan dan minum pada kelinci menunjukan adanya masalah pada kesehatan kelinci kita.
  • Kelinci yang sehat juga harus memiliki kaki yang tidak pincang, artinya jika adanya suatu keadaa cacat pada kelinci baik karena kecelakaan atau bawaan lahir akan menghambat pertumbuhan secara langsung pada kelinci kita tersebut. Untuk itu kelinci2 yang mengalami kecacatan lebih baik untuk diafkir terlebih karena faktor genetika atau bawaan lahir.
  • Tubuh Kelinci tidak demam, Demam pada kelinci menunjuka adanya suatu penyakit yang disebabkan infeksi bakteri. Bakteri itu bisa menginfeksi saluran pernafasan, pencernaan, saluran kemih atau organ tubuh lain pada kelinci kita. Biasanya untuk membedakan antara kelinci yang deman dengan yang tidak, kita bisa memegang telinga kelinci tersebut, jika panas maka kemungkinan besar kelinci kita mengalami demam. 
Cara Mendeteksi atau Mengetahui Kelinci Yang Sakit:
Setelah kita mengetaui ciri-ciri kelinci yang sehat maka akan dengan mudah kita mendeteksi atau mengetahui kelinci yang sakit, dengan ciri-ciri sebagai berikut :
  • Kelinci mengalami perubahan sifat dari aktif menjadi tidak aktif, tidak mau berlari-lari dan hanya diam, dan gelisah.
  • Nafsu makan kelinci pun akan turun secara drastis pada kelinci yang sakit. Hampir sama dengan hewan lain jika dalam keadaan sakit konsumsi makanan akan menurun sejalan adanya tekanan pada syaraf otak yang mengatur fungsi makan pada kelinci tersebut.

  • Pada hampir semua kasus infeksi bakteri pada kelinci, gejala klinik yang sering muncul adalah demam. Demam pada kelinci menunjukan adanya gertakan sel darah putih atau antibodi kelinci akibat infeksi bakteri tersebut. Sel darah putih atau antibodi muncul dalam rangka mengusir atau membunuh bakteri yang menginfeksi tubuh kelinci. Jika antibodi kelinci tidak mampu melawan bakteri maka sakit pada kelinci akan berlanjut sehingga perlu tindakan kita sebagai peternak untuk melakukan pengobatan untuk mempercepat kesembuhan kelinci kita itu. 
  • Pada kondisi demam biasanya tubuh kelinci mengigil dengan ditunjukan gigi yang digesek-gesekan.
  • Pada kotoran kelinci yang mengalami enteritis berbentuk cair atau sering di sebut diare. Kondisi ini bisa hanya diare biasa dengan materi cairan berwarna hijau, coklat atau bisa juga diare berdarah, tergantung penyebab dari enteritis pada kelinci tersebut.
  • Pada kelinci yang mengalami pneumonia atau radang paru, gejala yang sering muncul adalah batuk, kesulitan bernafas, nafas dangkal dan cepat, serta pada kondisi yang parah dapat menyebabkan batuk berdarah.

Demikian cara memeriksa dan mengetahui kelinci yang sakit, semoga dapat bermanfaat.

Support : DMCA Protection | Penyakit Hewan
Copyright © 2013. PENYAKIT HEWAN - All Rights Reserved
Kontak Kami
Template Modify by PENYAKIT HEWAN
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger